Your Celebrity crush:
Matanya adalah gelap langit malam, membuatmu merasa ngantuk, dan menyadari bahwa pelukannya memberikan kedamaian. Seperti selimut yang membalut tubuhmu ketika hujan tiba, menjelang subuh, dengan kehangatan yang melenakan. Kamu akan merasa memandang matanya adalah ibadah wajib, yang rela kamu lakukan setiap saat, seperti doa-doa khusyuk para pendosa, ia memberikanmu kepastian bahwa mungkin hidup yang brengsek ini, masih layak dijalani.
Suaranya serupa suara gitar seorang maestro yang dipetik ketika subuh. Lembut, tenang, dan membuatmu merasa hidup akan baik-baik saja. Ia bisa berkata “timba”, “gorengan”, “tali jemuran,” dan kamu akan tetap merasa bahwa setiap kata yang ia ucapkan sangat seksi. Lebih seksi dari lenguhan kekasihmu ketika senggama, lebih agung dari denting lonceng gereja, dan saat ia menarik nafas, kamu akan merasa segala suara di dunia tak berhak ada setelahnya.
Senyumnya akan menunjukkan barisan gigi serupa pilar-pilar katredral, kuil, dan segala tempat suci di dunia. Kamu akan menemukan bahwa senyum itu adalah ciptaan tuhan terbaik setelah indomie goreng tengah malam. Kamu akan merasa bahwa ulu hatimu dipenuhi kupu-kupu, serangga yang merayap dari perut naik ke tenggorokan dan memaksa mulutmu ikut tersenyum. Kegembiraan yang menular dan menjanjikan kebahagiaan, seperti kidung natal, seperti hari raya, seperti kado ulang tahun.
Ia tidak kekar, malah seperti pinus di hutan ketika musim semi, kamu akan melihat tubuhnya terlalu kurus. Tapi tubuh itu akan membuatmu tunduk. Seperti magnet, kepalamu akan merasa butuh untuk bersandar di pundaknya. Dadanya adalah bidang datar tempat segala keresahanmu mendarat. Kamu merasa ndusel di antara ketiak dan lengannya akan memberikan keteduhan, seperti beringin di terik musim panas, seperti coklat hangat di musim gugur.
Tangannya akan membelaimu, jarinya menjelajahi keningmu, pundakmu, punggungmu, dan ketika ia menggenggam tanganmu. Ia akan membuat pinggangmu lebih dekat, lalu kamu merasa tangan itu akan jadi jangkar, tempat perasaanmu berlabuh. Ia akan jadi mercusuar, sesuatu yang akan menuntunmu dikerumunan. Ia akan jadi jaring, sesuatu akan menyelamatkanmu dari ketinggian. Mungkin kelak di salah satu jari itu akan kamu sematkan cincin.
Ah tuhan yang maha agung, mengapa cinta demikian rumit?